Selasa, 13 Desember 2011

Selasa 13 Desember

Pagi hari aku menikmati tontonan favorit namun destruktif menurut beberapa penelitian, meninggalkan perasaan bersalah namun kucoba melawannya, not bad ga buruk2 amat, aku masih merasakan kenikmatannya. Lalu setelah mendengarkan kalimat-kalimat sugesti di antara kumandang adzan, badan ini terasa rileks dan nyaman, pikiran dan semangat pun tumbuh. Dinginnya pagi tak menghalangi badan ini untuk mencari makanan, meski keluar kamar hanya dengan menggunakan kaos dan celana pendek. Setelah makan dengan puas, kunyalakan sebatang rokok, kunikmati dengan perlahan setiap kepulan asapnya, masih terasa nikmat, semangatpun masih terasa. Tak lupa kulanjutkan bermain game sampai level 11, masih terasa nikmat tidak ada keluhan kekhawatiran apapun. Lalu pagi pun beranjak menuju waktu dhuha, dan perasaan bodoh itu hadir kembali.

Kadang yang namanya badan itu lucu. Sejenak dia bersemangat, sejenak dia lelah, lalu tiba-tiba karena perasaan takut badan ini tergolek malas di atas kasur. Sebenarnya malas itu yang menyebabkan takut ataukah karena takut badan itu menjadi malas. Sepertinya perasaan takut itu harus dilawan. Perasaan takut ini hadir dari perasaan bersalah, dan menyalahkan diri, memikirkan bahwa efek yang hadir jika melakukan ini pasti lah buruk, logika ku juga mengatakan demikian, respon pasti buruk. Tapi ................. sampai kapan mau terus mempertahankan stagnansi, sedangkan waktu terus berjalan, dan perasaan sedih pun muncul saat ini melihat kondisi yang demikian.

Aku harus percaya, dan berani memulai lagi.
yap sudah untuk hari ini, sampai ketemu besok.
Percayai dan katakan sugesti ini pada diri sendiri, "aku tertidur nyenyak malam ini, karena segala kerisauaan telah sirna dimakan sang malam"
Percayalah tidak ada yang salah.