Senin, 20 Februari 2012

TANAH ALLUVIAL

Tanah Alluvial pada proses pembentukannya sangat tergantung dari bahan induk asal tanah dan topografi, punya tingkat kesuburan yang bervariasi dari rendah sampai tinggi, tekstur dari sedang hingga kasar, serta kandungan bahan organic dari rendah sampai tinggi dan pH tanah berkisar masam, netral, sampai alkalin, kejenuhan basa dan kapasitas tukar kation juga bervariasi karena tergantung dari bahan induk (Hardjowigeno, 1985).

Alluvial atau Inceptisol memiliki pH yang sangat rendah yaitu kurang dari 4, sehingga sulit untuk dibudidayakan. Alluvial atau Inceptisol yang bermasalah adalah sulfaquepts yang mengandung horizon sulfuric ( cat clay ) yang sangat masam (Munir, 1996).

Tanah Alluvial memperlihatkan awal perkembangan biasanya lembab atau basa selama 90 hari berturut-turut. Umumnya mempunyai lapisan kambik, karena tanah ini belum berkembang lanjut dan kebanyakan tanah ini cukup subur. Alluvial atau Inceptisol merupakan tanah-tanah yang memiliki epipedon dan okrik, horizon albik (Hardjowigeno, 1995).

Akumulasi besi sulfide dan oksidanya penting pada sejumlah besar tanah Alluvial. Bakteri memerlukan bahan organic dan merupakan obligat anaerob. Bakteri ini aktif mulai dari 0-700 C, pH hingga 5 sampai 9 dan konsentrasi NaCl 12% (Lopulisa, 2004).

Tanah endapan alluvial atau koluvial muda atau agak muda dengan tanapa atau perkembangan prifil lemah. Sifat tanah alufial sangat beragam tergantung sifat bahan asal yang diendapkan. Penyebarannya tidak terpengaruhi oleh iklim maupun ketingian (Hardjowigeno, 1993).

Tanah Aluvial yang dipersawahan akan berbeda sifat morfologisnya dengan tanah yang tidak dipersawahan. Perbedaan yang sangat nyata dapat dijumpai pada epipedonnya, dimana pada epipedon yang tidak pernah dipersawahan berstruktur granular dan warna coklat tua (10 YR 4/3). Sedangkan epipedon tanah Aluvial yang dipersawahan tidak berstruktur dan berwarna berubah menjadi kelabu (10 YR5/1) (Munir, 1984).

Hakim dkk (1986) mengemukakan bahwa tanah Aluvial bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya. Beberapa bahan endapan dapat berupa batu kapur, batuan metamorfik, deposit lanau dan dapat pula berupa au gunung berapi yang bercampur bahan organik.

Sarief (1987) menyatakan bahwa tanah Aluvial berwarna kelabu sampai kecoklat-coklatan. Tekstur tanahnya liat atau liat berpasir, mempunyai konsistensi keras waktu kering dan teguh pada waktu lembab. Kandungan unsur haranya relatif kaya dan banyak tergantung pada bahan induknya. Reaksi tanahnya dari asam, netral sampai basa. Berdsarkan bahan induknya terdapat ttanah Aluvial pasir, lempung, kapur, basa,asam dan lain-lain (Darmawijaya, 1990).

Tanah Aluvial yang di persawahan akan berbeda sifat morfologisnya dengan tanah yang tidak di persawahan. Perbedaan yang sangat nyata dapat dijumpai pada epipedonnya, dimana pada epipedon yang tidak pernah dipersawahan berstruktur granular dan warna coklat tua (10 YR 4/3). Sedangkan epipedon tanah Aluvial yang dipersawahan tidak berstruktur dan berwarna berubah menjadi kelabu (10 YR5/1) (Munir, 1984).

Tanah Alluvial memiliki kemantapan agregat tanah yang didalamnya terdapat banyak bahan organik sekitar setengah dari kapasitas tukar katio (KTK) berasal dari bahan bahan sumber hara tanaman. Disamping itu bahan organik adalah sumber energi dari sebagian besar organism tanah dalam memainkan peranannya bahn organik sangat dibutuhkan oleh sumber dan susunanya (Hakim,dkk,1986).

Tanah Alluvial mengalami pencucian selama bertahun-tahun tanah ini ditandai dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Vegetasi kebanyakan lumut yang tumbuh rendah. Tumbuhan tumbuh dengan lambat, tetapi suatu lahan yang rendah menghambat dekomposisi bahan organik sehingga menghasilkan tanah yang mengandung bahan organik dan KTK yang tinggi (Foth,HD,1994).

Tanah Alluvial berwarna kelabu muda bersifat fisik keras dan pijal jika kering dan lekat jika basah. Kaya akan fosfot yang mudah larut dalam sitrat 2% mengandung 5% CO2 dan tepung kapur yang halus dan juga berstruktur pejal yang dalam keadaan kering dapat pecah menjadi fragmen berbetuk persegi sedang sifat kimiawinya sama dengan bahan asalnya (Munir, 1996).

Kadar fosfor Alluvial ditentukn oleh banyak atau sedikitnya cadangan mineral yang megandung fosfor dan tingkat pelapukannya. Permasalahan fosfor ini meliputi beberapa hal yaitu peredaran fosfor di dalam tanah, bentuk-bentuk fosfor tanah, dan ketersediaan fosfor (Pairunan, dkk, 1997).

Status kesuburan Alluvial amat tergantung dengan bahan induk dan iklim. Suatu kecenderungan memperlihatkan bahwa di daerah beriklim basa P dan K relative rendah dan pH lebih rendah dari 6,5. daerah-daerah dengan curah hujan rendah di dapat kandungan P dan K lebih tinggi dan netral (Hakim, dkk, 1986).

Dalam analisis KTK, mula-mula semua kation yang dapat dipertukarkan diganti dengan kation tertentu misalnya dengan NH4+ (dari larutan NH4Oac), kemudian ditentukan jumlah kation yang diperlukan untuk mengganti kation tersebut. Beberapa kation terutama K bila digunakan sebagai kation pengganti akan memberi gambaran yang kurang tepat karena sebagian dari K dapat diikat oleh mineral liat tertentu seperti mineral illit (Hardjowigeno, 1993).

Ada dua cara yang banyak dipakai untuk menentukan KTK yaitu penjenuhan dengan ammonium pada pH 7 (NH4Oac, pH 7) dan dan metode penjumlahan kation di mana semua kation yang dapat dipertukarkan yaitu kation basa + kation asam dijumlahkan. Karena adanya perubahan KTK akibat perubahan pH, maka KTK tanah dapat dibedakan menjadi KTK tetap (permanent charge) dan KTK tergantung pH (pH-dependent charge) (Hardjowigeno, 1993).

KTK tetap adalah jumlah muatan negative dari liat akibat subtitusi ion-ion dengan muatan rendah terhadap ion-ion dalam struktur kristal yang bervalensi lebih tinggi. Hal ini terjadi pada waktu proses pembentukan liat sedang berjalan. Sebagai contoh misalnya subtitusi Al3+ terhadap Si4+ dalam Si tetrahedron atau subtitusi Mg2+ terdapat Al3+ dalam Al octahedron. Akibat subtitusi tersebut maka terjadilah kelebihan muatan negative dalam mineral liat yang merupakan KTK tetap (Purwowidodo, 1982).

Kakao

PENDAHULUAN
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.

PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
1. Persiapan Lahan
- Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya
- Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan
- Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 : 3)

2. Pembibitan
- Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur
- Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
- Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
- Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
- Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan
- Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag
- Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag
- Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%
- Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm
- Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak
- Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari
- Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan
- Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal
- Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 - 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali
- Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan
- Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon

3. Penanaman
a. Pengajiran
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 - 100 cm
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama

b. Lubang Tanam
- Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
- Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang

c. Tanam Bibit
- Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
- Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
- Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
- Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)

4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
b.Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di samping ini :

Tabel Pemupukan Tanaman Coklat


UMUR
(bulan)

Dosis pupuk Makro (per ha)


Urea
(kg)


TSP
(kg)


MOP/ KCl (kg)


Kieserite (MgSO4)
(kg)


2

15

15

8

8

6

15

15

8

8

10

25

25

12

12

14

30

30

15

15

18

30

30

45

15

22

30

30

45

15

28

160

250

250

60

32

160

200

250

60

36

140

250

250

80

42

140

200

250

80

Dst

Dilakukan analisa tanah



Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0 – 24

2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 - 5 bulan sekali

> 24

3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali ( sesekali bisa juga disemprotkan ke tanaman )



Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :


- Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon
- Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali, Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

5. Pengendalian Hama & Penyakit
a. Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 - 10 cc / liter.

b. Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.

c. Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.

d. Kutu - kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.

e. Helopeltis antonii, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.

f. Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan PESTONA.

g. Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.

h. Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO+HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

6. Pemangkasan
- Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :
- Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.
- Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.
- Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.
Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.

7. Panen
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 - 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.

8. Pengolahan Hasil
Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.
Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %.
Sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.

Melinjo

A. PENDAHULUAN
Tanaman melinjo (Gnetum gnemon L.) termasuk tumbuhan berbiji terbuka, tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar. Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih dan setiap panen raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80 - 100 Kg, Bila tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 25 m dari permukaan tanah.

B. SYARAT TUMBUH
Tanaman melinjo dapat tumbuh pada tanah-tanah liat / lempung, berpasir dan berkapur, tetapi tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air atau yang berkadar asam tinggi dan dapat tumbuh dari ketinggian 0 - 1.200 m dpl.

C. PENANAMAN
Tanaman melinjo dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) atau vegetatif (cangkokan, okulasi, penyambungan dan stek).
Lahan yang akan ditanami melinjo harus terbuka atau terkena sinar matahari, lubang tanam berukuran 60 X 60 X 75 cm (panjang, lebar, dalam) dengan jarak tanam 6 - 8 m.

D. PEMELIHARAAN
Pemeliharaan tanaman melinjo terdiri dari pemupukan, penyiraman, penyiangan, pemberantasan hama / penyakit dan pemangkasan.

1. Pemupukan
Pemberian pupuk secara rutin akan menambah produksi, pupuk yang akan
diberikan adalah pupuk organik (ppk.kandang) dan pupuk an organik. Pupuk
kandang diberikan 2 kali dalam setahun terutama pada tanaman muda.

2. Penyiraman
Tanaman pada umur muda perlu dilakukan penyiraman, terutama pada musim kemarau agar pertumbuhan tanaman baik. Penyiraman dengan banyak air setelah diberi pupuk kimia perlu dilakukan, agar pupuk segera diserap akar tanaman.

3. Penyiangan
Penyiangan perlu dilakukan agar gulma yang mengganggu hilang, terutama pada tanaman berumur muda, sebaliknya penyiangan dilakukan dengan pendamngiran agar udara bisa masuk kedalam tanah.

4. Pemangkasan
Manfaat dari pemangkasan cabang - cabang melinjo antara lain :
• Percabangan menjadi banyak dan tanaman tidak terlalu tinggi.
• Daun muda serta bunga muda sebagai bahan sayuran akan tumbuh banyak.
• Tanaman asal bibit cangkokan, pemangkasan dapat mencegah tumbangnya tanah.
• Memudahkan perawatan dalam menghilangkan tanaman benalu, penyemprotan.
• Mempermuda tanaman yang sudah tua.
• Mempercepat tanaman berbunga/berbuah.

5. Pengendalian Hama / Penyakit
• Hama-hama yang diketemukan dalam tanaman melinjo masih belum begitu merugikan sehingga belum perlu dilakukan pengendalian secara kimiawi. Apabila ada yang ingin mencegah serangan hama, maka dianjurkan menggunakan pestisida Demicron dengan dosis 1 - 2 gram per liter air.
• Pengendalian hama yang efektif, yaitu untuk mencegah serangan hama melalui pengendalian secara mekanik, yaitu dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang, kemudian dibakar.
• Penyakit - penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit layu pembuluh bakteri, penyakit hawar daun bakteri dan penyakit hawar daun cendawan. Pengendalian penyakit layu pembuluh bakteri dapat dilakukan dengan cara eradikasi (membasmi) tanaman yang sakit, untuk encegah penyebarannya kita harus membersihkan alat - alat yang digunakan untuk menolong tanaman yang sakit, pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan dapat dilakukan dengan memusnah kan bagian tanaman yang sakit.

Senin, 09 Januari 2012

mengeluh

hidup ini simpel sebenarnya, hanya perlu kejujuran terhadap semuanya termasuk diri sendiri. jujur itu mudah sebenernya, hanya perlu keberanian.
berani itu mudah sebenarnya hanya perlu kejujuran.

kenapa diri ini mudah untuk berubah rubah sikap, kenapa telinga ini begitu tuli, kenapa.

Kamis, 22 Desember 2011

Menjadi Manusia Ultra-7 Kiat Produktif Dalam Waktu Terbatas


You probably don’t want to admit it but you love distractions. In fact, just like monkeys, you get a shot of dopamine every time something pulls you in another direction. Why do you think you check your email so much?

Want to be more productive and get your focus back? There are no secret tricks here… do one thing at a time. Stop multitasking—it’s just another form of distraction.

Easier said than done, I know.

Recently I sat down with Tony Wong, a project management blackbelt whose client list includes Toyota, Honda, and Disney, to name a few. He’s an expert in keeping people on task, so I thought he’d be a good person to ask.

Here are his tips for staying productive:

  1. Work backwards from goals to milestones to tasks. Writing “launch company website” at the top of your to-do list is a sure way to make sure you never get it done. Break down the work into smaller and smaller chunks until you have specific tasks that can be accomplished in a few hours or less: Sketch a wireframe, outline an introduction for the homepage video, etc. That’s how you set goals and actually succeed in crossing them off your list.
  2. Stop multi-tasking. No, seriously—stop. Switching from task to task quickly does not work. In fact, changing tasks more than 10 times in a day makes you dumber than being stoned. When you’re stoned, your IQ drops by five points. When you multitask, it drops by an average of 10 points, 15 for men, five for women (yes, men are three times as bad at multitasking than women).
  3. Be militant about eliminating distractions. Lock your door, put a sign up, turn off your phone, texts, email, and instant messaging. In fact, if you know you may sneak a peek at your email, set it to offline mode, or even turn off your Internet connection. Go to a quiet area and focus on completing one task.
  4. Schedule your email. Pick two or three times during the day when you’re going to use your email. Checking your email constantly throughout the day creates a ton of noise and kills your productivity.
  5. Use the phone. Email isn’t meant for conversations. Don’t reply more than twice to an email. Pick up the phone instead.
  6. Work on your own agenda. Don’t let something else set your day. Most people go right to their emails and start freaking out. You will end up at inbox-zero, but accomplish nothing. After you wake up, drink water so you rehydrate, eat a good breakfast to replenish your glucose, then set prioritized goals for the rest of your day.
  7. Work in 60 to 90 minute intervals. Your brain uses up more glucose than any other bodily activity. Typically you will have spent most of it after 60-90 minutes. (That’s why you feel so burned out after super long meetings.) So take a break: Get up, go for a walk, have a snack, do something completely different to recharge. And yes, that means you need an extra hour for breaks, not including lunch, so if you’re required to get eight hours of work done each day, plan to be there for 9.5-10 hours.

Bagaimana Cara Memotivasi Diri Menjadi Luar Biasa

















Kiat-kiat sederhana berikut ini akan membuatmu tetap bersemangat melalui liburan dan tentu saja menjadikan anda siap kembali untuk berprestasi menghadapi awal tahun nanti.

Disadur dari Karya Geoffrey James | @Sales_Source | Dec 19, 2011

Sebentar lagi kita akan menghadapi akhir tahun dengan berbagai agendanya. Saya kira sudah sepantasnya memberikan hadiah kecil kepada anda dan saya sendiri, dengan sebuah barisan tips yang penulisnya telah jamin sendiri. Jangan khawatir tentu saja akan membuat anda dan saya lebih berhasil lebih bersemangat pada tahun mendatang.

Bersiaplah, fokus, tersenyumlah, akui kebenaran dalam tulisan ini. Ini dia 14 kiat sederhana untuk membuat diri anda dan saya memiliki motivasi yang tetap terjaga :

1. Kondisikan pikiran anda. Latih diri untuk berpikir positif sekaligus dalam usaha menghindari pikiran yang tidak perlu.

2. Kondisikan badan anda. Tentu saja dibutuhkan kekuatan fisik untuk beraktivitas. Luangkan anggaran untuk makanan dan berolahraga, jalani seperti layaknya menjalankan sebuah perencaan bisnis.

3. Hindari orang-orang negatif. Mereka akan menghusap energi anda dan saya serta tentu saja akan membuang waktu anda, jadi berkumpul dengan mereka itu seperti menembak kaki anda sendiri.

4. Cari dan berkumpul lah dengan orang-orang yang memiliki motivasi. Energi positif mereka akan menyamankan diri anda dalam keadaan termotivasi, anda dan saya dapat juga sekalian meniru strategi sukses mereka.

5. Miliki tujuan, dan tetap luwes. Tidak boleh ada perencanaan yang lebih kaku dari beton, mari buat rencana-rencana yang luwes dan tetap memperhatikan kemana tujuan kita.

6. Aksi dengan maksud yang tinggi. Segala aktivitas yang tidak mendukung tujuan tertinggi anda adalah usaha yang sia-sia dan harus dihindari.

7. Bertanggungjawab atas hasil kerja sendiri. Jika masih menggantungkan diri kita terhadap keberuntungan, takdir ataupun intervensi 'ajaib', alasan akan selalu hadir. Dan berdoalah untuk mensugesti pikiran anda dengan hal positif.

8. Melentinglah lewati batasan masa lalu dalam kegiatan sehari-hari. Menjalani kebiasaan lama dan familiar adalah jalan menuju kondisi tua. Melenting membuat anda dan saya bertumbuh dan berkembang.

9. Rayakan kegagalan anda. Pelajaran paling berharga dalam hidup anda dan saya itu hadir dari sesuatu yang tidak kita raih. Luangkan sejenak waktu memahami kenapa itu terjadi.

10. Anggaplah kesuksesan sebagai hal biasa. Kesuksesan bukan jadi alasan untuk lengah. Bersyukurlah dan berterimakasihlah kepada orang disekitar anda.

11. Perkuat tujuan anda. Tujuan adalah ruh dari sebuah pencapaian, berhentilah mencoba, dan katakan kepada diri anda bahwa anda membutuhkan tujuan itu.

12. Perlakukan kemalasan sebagai satu-satunya kegagalan yang nyata. Diam tanpa aksi dan tujuan, adalah kegagalan pada awalnya, tak ada pelajaran apapun yang dapat diraih. Bergeraklah.

13. Berpikirlah sebelum berbicara. Keep silent rather than express something that doesn’t serve your purpose.

14. DO IT NOW! Fokus kerja pada pencapaian pengembangan diri. Pertimbangan dan Keberanian dalam satu paket.

Selasa, 13 Desember 2011

Pagi 14 December 2011

Akui saja banyak diantara kita berdiam diri nge'hang' setelah bangun pagi. Terkadang mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Coba katakan ini pada dirimu "Percayalah ini hanya pagi tak perlu mengkhawatirkan apa yang belum datang".


Akui saja banyak diantara kita yang bangun dengan perasaan bersyukur berbahagia, satu hal yang mungkin jadi penyebab semua ini, yaitu kita terlalu sibuk dan lupa untuk berdoa sebagai ungkapan rasa syukur. Jadi pertanyaannya bersyukur mendahului doa atau berdoa mendahului syukur. Kedua nya Vice Versa saling melengkapi karena rasa syukur itu terkadang hilang di tengah himpitan hidup, sedangkan makna doa akan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur.


Terimakasih TUHAN kau telah membangunkanku dari tidurku, kau telah menjagaku sepanjang tidurku, dan kau telah menjadikan tidurku begitu nyenyak, terimakasih TUHAN atas kemewahan ini.